Mau tau suhu tubuh? Kan ada termometer, siapa tak tahu. Soalnya, termometer yang mana? Kita kenal termometer air raksa. Sampai sekarang, itu pula yang kita gunakan. Namun, belakangan, Akademi Pediatri Amerika menyebut termometer air raksa seyogyanya diganti dengan jenis digital.
Air rakssa, logam berwarna perak yang cair pada suhu kamar itu, dikenal sebagai salah satu polutan berbahaya. Biasanya, logam ini mengendap dalam tubuh ikan; dan menjadi masalah saat ikannya dikonsumsi manusia. Dalam termometer, air raksa yang dipakai memang sedikit. Namun, yang sedikit itu tetap saja dianggap bisa mencemari lingkungan bila bahan ini terbuang. Sebab, ia bisa tersimpan dalam tubuh ikan yang hidup di lingkungan tercemar. Simpanan dalam tubuh ikan itu, pada akhirnya, akan mencapai kadar yang bisa meracuni orang yang mengonsumsinya.
Padahal, pajanan logam ini dikatakan bisa menyebabkan kerusakan sistem syaraf, terutama bila mengenai anak-anak, yang sistem syarafnya masih berkembang. Jumlah air raksa pada termometer memang tak berbahaya. Meski begitu, bila termometer pecah, disarankan mengumpulkannya di botol tertutup rapat. Tak disarankan membersihkan sisa logam yang tercecer dengan penyedot debu. Sebab, dikhawatirkan air raksa terpecah akan menjadi bahan berukuran sangat kecil, lalu terhirup dan mengakibatkan keracunan. Air raksa juga bisa ditemukan pada barometer, pendulum jam tua, bola lampu, serta beberapa jenis sepatu atletik yang bersinar atau berbunyi. (nda/drk)
Sumber : Jawa Pos, Senin Legi 9 Juli 2001
Versi Digital oleh : Agam Rosyidi
2 Komentar
Tinggalkan Komentar Anda